Tampilkan postingan dengan label Manajemen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manajemen. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 April 2014

4 Manfaat Administrasi Bagi Bisnis Anda



Administrasi merupakan salah satu bagian yang terpenting didalam mengelola suatu usaha/ bisnis. Apapun jenis bisnis anda dan seberapa besar atau kecil bisnis yang anda jalankan tidak akan luput dari pentingnya peran administrasi guna mendukung kelancaran bisnis dan menopang pertumbuhan usaha anda.

Walaupun anda adalah pelaku bisnis pemula dan bisnis yang anda jalani masih tergolong kecil jangan pernah menyepelekan pentingnya system administrasi. Praktek penerapan administrasi pada bisnis anda, dapat dimulai dengan sistem administrasi yang paling sederhana, seperti :
  1. Membuat catatan / register harian atas penjualan
  2. Membuat register atas setiap pembelian persediaan
  3. Menyimpan nota-nota atas pembelian
  4. Membuat dan menyimpan nota untuk setiap penjualan usaha anda.
Setelah anda terbiasa melakukan administrasi sederhana pada bisnis, selanjutnya anda dapat mencoba dan mulai belajar membuat sistem pembukuan, membuat perhitungan/laporan laba – rugi, dan menyusun neraca keuangan.

Paling Tidak ada 4 manfaat yang anda peroleh, dari melakukan administrasi pada bisnis, manfaat tersebut adalah sebagai berikut :
  1. Mengetahui seberapa besar laba usaha anda.                                                             Dengan melakukan administrasi anda dapat lebih memastikan seberapa besar keuntungan yang anda peroleh tidak dengan cara mengira-ngira, setiap catatan penjualan dan pembelian adalah bukti dan data yang jelas.
  2. Menghindari dari resiko kerugian.                                                                                  Dengan melakukan administrasi, setidaknya anda tidak akan lupa dan salah dalam menetapkan suatu harga penjualan, bila tidak ada catatan pembelian dan nota-nota pembelian tidak anda simpan dengan baik, adakalanya suatu saat anda lupa berapa harga pembelian persediaan yang telah anda bayar, tentunya anda akan kesulitan dalam menetapkan harga penjualan .
  3. Data bagi pengembangan bisnis.                                                                                         Bila bisnis anda telah diterapkannya administrasi dengan baik, anda dapat dengan mudah membandingkan besarnya penjualan setiap bulan atau setiap tahun, dan anda dapat dengan mudah mengukur seberapa besar persentase pertumbuhan bisnis anda. Mungkin anda akan mulai mencoba melakukan penambahan modal agar bisnis anda semakin berkembang.
  4. Sebagai data penting bagi investor anda.                                                                           Seiring dengan kemajuan bisnis yang anda jalani, tentunya anda akan melakukan penambahan modal agar bisnis anda lebih maju dan berkembang, mungkin anda akan mencari investor atau partner bisnis. Investor bisa perorangan atau suatu lembaga seperti bank, koperasi dan lembaga lainnya. Siapapun investor bisnis anda, terntu mereka memerlukan suatu data untuk mengetahui seberapa besar kemajuan usaha dan laba usaha anda, bila anda telah melakukan administrasi pada bisnis, tentu data-data tersebut telah anda miliki.
Oke, Selamat mencoba dan menerapkan administrasi bagi bisnis anda.




Rabu, 12 Maret 2014

Metode Mengukur Laba dan Pertumbuhan Bisnis



Menghasilkan laba atau pendapatan adalah tujuan dari suatu bisnis, semakin besar laba yang anda hasilkan akan mencerminkan semakin baik dan berkembangnya bisnis anda. Namun untuk mengukur kemajuan dan tingkat pertumpuhan suatu bisnis atau usaha tidak hanya cukup dengan sekedar mengukur besar laba.


Ada beberapa metode untuk mengukur tingkat pertumbuhan dan kemajuan suatu usaha, yaitu :

1. EAT (Earning After Tax)

EAT adalah laba bersih setelah pajak, cara menghitung EAT adalah : Penjualan Bersih atau Omset dikurang Semua Biaya dan Pajak. Cara ini untuk mengetahui seberapa besar laba sesungguhnya atau keuntungan bersih usaha.

2. Profit Margin (PM)

Profit Margin adalah cara mengukur kemampuan suatu usaha didalam menghasilkan laba dari kegiatan usahanya. Cara menghitung Profit Margin adalah : PM = (Total Laba Bersih / Total Penjualan) X 100%. Sebagai contoh apabila dalam suatu usaha mampu menghasilkan laba bersih sebesar Rp.10.000.000 per bulan, dengan total omset/total penjualan sebesar Rp.50.000.000 per bulan, dengan rumus diatas dapat dihitung Profit Margin nya adalah (Rp.10.000.000 / Rp.50.000.000 ) X 100 % adalah sebesar 20 %, sehingga dapat disimpulkan usaha tersebut mampu menghasilkan laba sekitar 20 % perbulan.

3. Return On Equity

Return On Equity (ROE) adalah cara mengukur seberapa besar tingkat pengembalian atas modal yang telah disetor dalam suatu usaha. Cara menghitungnya adalah ROE = (Total Laba Bersih / Total Modal) X 100%, misal untuk suatu usaha kita mengeluarkan modal awal sebesar Rp.10.000.000, laba bersih per bulan sebesar Rp.1.000.000,-  maka dari rumus diatas diperoleh ROE nya adalah sebesar 10% atau tingkat pengembalian dari usaha tersebut adalah sebesar 10% perbulan dari modal sebesar Rp.10.000.000,- yang telah kita keluarkan.

Dari ketiga metode diatas dapat membantu kita mengetahui seberapa besar keuntungan sesungguhnya dari usaha, seberapa besar persentase tingkat keuntungan yang kita peroleh dari usaha dan seberapa lama modal yang kita tanamkan untuk suatu usaha akan kembali.

Semoga bermanfaat..

Selasa, 25 Februari 2014

Menerapkan Manajemen SDM dalam Usaha


Untuk Mendukung kelancaran dalam menjalankan suatu usaha atau bisnis perlu di terapkannya ilmu dan konsep manajemen. Manajemen yang baik dalam usaha akan berdampak baik juga terhadap peningkatan laba dan produktifitas usaha.

Apakah itu Manajemen ? Kata Manajemen berasal dari bahasa Perancis yang berarti “seni melaksanakan dan mengatur”. Arti Manajemen sendiri memiliki beragam definisi dari para ahli, seperti menurut Mary Parker Follet, “Manajemen adalah seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain”. Ilmu Manajemen itu sendiri memiliki banyak cabang seperti Manajemen Keuangan, Manajemen Pemasaran, Manajemen Akuntasi, Manajemen SDM (Sumber Daya Manusia), dan ilmu Manajemen lainnya.

Manajemen SDM menurut seorang ahli yang bernama A.F. Stoner adalah “ Suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya ”. sedangkan menurut seorang pakar yang bernama Melayu SP Hasibuan, “ Manajemen SDM adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat ”. Sehingga dapat disimpulkan Manajemen SDM adalah ilmu atau cara mengatur pegawai dengan tepat agar dapat mendukung pekerjaan dan meningkatkan laba perusahaan.

Mengapa perlu diterapkannya Manajemen SDM dalam suatu Usaha ?

Pepatah mengatakan “ Right Man in The Right Place ” , yang bearti seorang dapat bekerja dengan baik dan optimal apabila ia berada pada tempat atau posisi yang baik pula atau sesuai dengan bakat dan minatnya, sehingga hal yang harus diperhatikan bagi seorang pemilik usaha adalah menilai dan mengetahui apakah bakat, kemampuan dan minat yang dimiliki oleh masing- masing pegawainya serta menempatkanya pada posisi atau jabatan sesuai dengan kapabilitas yang dimilikinya.

Didalam suatu perusahaan yang sistem manajemennya belum memadai sering terjadi kekeliruan didalam penempatan SDM atau pegawai, bahkan terkesan asal-asalan, misalnya seorang pegawai yang supel, pintar berbicara dan suka dengan pekerjaan yang berada diluar kantor,  namun ia ditempatkan atau di beri posisi pada bagian administrasi atau bagian keuangan, sedangkan pegawai yang pemalu atau pendiam dan memiliki ketelitian ditempatkan pada posisi sebaliknya yaitu pada bagian pemasaran yang seharusnya akan lebih baik bila pegawai tersebut di berikan posisi pada bagian keuangan atau administrasi, tentunya hal seperti ini akan berdampak buruk bagi kinerja para pegawai tersebut dan pengaruhnya juga akan berdampak buruk bagi kinerja perusahaan. Membaca hal seperti ini tentu kita akan tersenyum, dan membantah, “Tidak mungkin seorang Manajer atau pemilik usaha akan menempatkan pegawai seperti itu” namun coba lihat disekeliling kita, masih banyak sekali perusahaan yang salah dan asal-asalan dalam menempatkan pegawai bukan pada posisi yang sesuai dan ideal.

Banyak pendapat yang mengatakan bahwa Pegawai adalah asset terbesar perusahaan, Saya sangat setuju dengan pendapat tersebut, karena apabila pegawai ditempatkan pada posisi yang sesuai dengan bakat, kemampuan, skill dan minat yang dimilikinya tentu ia akan memiliki kinerja yang baik, ditambah lagi apabila perusahaan juga memberikan apresiasi atas kinerjanya tersebut seperti berupa bonus,reward atau promosi, hal ini akan memberikan dorongan dan motivasi bagi pegawai tersebut untuk terus berprestasi serta akan menumbuhkan rasa loyalitas yang lebih kepada perusahaan, sehingga secara langsung akan berdampak terhadap kinerja dan laba perusahaan.

Oleh : Rozi Sonjaya





Hosting Gratis