Selasa, 25 Februari 2014

Menerapkan Manajemen SDM dalam Usaha


Untuk Mendukung kelancaran dalam menjalankan suatu usaha atau bisnis perlu di terapkannya ilmu dan konsep manajemen. Manajemen yang baik dalam usaha akan berdampak baik juga terhadap peningkatan laba dan produktifitas usaha.

Apakah itu Manajemen ? Kata Manajemen berasal dari bahasa Perancis yang berarti “seni melaksanakan dan mengatur”. Arti Manajemen sendiri memiliki beragam definisi dari para ahli, seperti menurut Mary Parker Follet, “Manajemen adalah seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain”. Ilmu Manajemen itu sendiri memiliki banyak cabang seperti Manajemen Keuangan, Manajemen Pemasaran, Manajemen Akuntasi, Manajemen SDM (Sumber Daya Manusia), dan ilmu Manajemen lainnya.

Manajemen SDM menurut seorang ahli yang bernama A.F. Stoner adalah “ Suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya ”. sedangkan menurut seorang pakar yang bernama Melayu SP Hasibuan, “ Manajemen SDM adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat ”. Sehingga dapat disimpulkan Manajemen SDM adalah ilmu atau cara mengatur pegawai dengan tepat agar dapat mendukung pekerjaan dan meningkatkan laba perusahaan.

Mengapa perlu diterapkannya Manajemen SDM dalam suatu Usaha ?

Pepatah mengatakan “ Right Man in The Right Place ” , yang bearti seorang dapat bekerja dengan baik dan optimal apabila ia berada pada tempat atau posisi yang baik pula atau sesuai dengan bakat dan minatnya, sehingga hal yang harus diperhatikan bagi seorang pemilik usaha adalah menilai dan mengetahui apakah bakat, kemampuan dan minat yang dimiliki oleh masing- masing pegawainya serta menempatkanya pada posisi atau jabatan sesuai dengan kapabilitas yang dimilikinya.

Didalam suatu perusahaan yang sistem manajemennya belum memadai sering terjadi kekeliruan didalam penempatan SDM atau pegawai, bahkan terkesan asal-asalan, misalnya seorang pegawai yang supel, pintar berbicara dan suka dengan pekerjaan yang berada diluar kantor,  namun ia ditempatkan atau di beri posisi pada bagian administrasi atau bagian keuangan, sedangkan pegawai yang pemalu atau pendiam dan memiliki ketelitian ditempatkan pada posisi sebaliknya yaitu pada bagian pemasaran yang seharusnya akan lebih baik bila pegawai tersebut di berikan posisi pada bagian keuangan atau administrasi, tentunya hal seperti ini akan berdampak buruk bagi kinerja para pegawai tersebut dan pengaruhnya juga akan berdampak buruk bagi kinerja perusahaan. Membaca hal seperti ini tentu kita akan tersenyum, dan membantah, “Tidak mungkin seorang Manajer atau pemilik usaha akan menempatkan pegawai seperti itu” namun coba lihat disekeliling kita, masih banyak sekali perusahaan yang salah dan asal-asalan dalam menempatkan pegawai bukan pada posisi yang sesuai dan ideal.

Banyak pendapat yang mengatakan bahwa Pegawai adalah asset terbesar perusahaan, Saya sangat setuju dengan pendapat tersebut, karena apabila pegawai ditempatkan pada posisi yang sesuai dengan bakat, kemampuan, skill dan minat yang dimilikinya tentu ia akan memiliki kinerja yang baik, ditambah lagi apabila perusahaan juga memberikan apresiasi atas kinerjanya tersebut seperti berupa bonus,reward atau promosi, hal ini akan memberikan dorongan dan motivasi bagi pegawai tersebut untuk terus berprestasi serta akan menumbuhkan rasa loyalitas yang lebih kepada perusahaan, sehingga secara langsung akan berdampak terhadap kinerja dan laba perusahaan.

Oleh : Rozi Sonjaya





3 komentar: